ORANG LAUT TERSISIH DALAM PEMBANGUNAN KOTA BATAM

THE SEA PEOPLE ARE MARGINALIZED IN THE DEVELOPMENT OF BATAM CITY

Authors

  • Dedi Arman Pusat Riset Kewilayahan- Badan Riset dan Inovasi Nasional Sasana Widya Sarwono (SWS) Jl. Jend. Gatot Subroto 10, Jakarta 12710

Keywords:

Orang Laut, Batam, tersisih, pembangunan

Abstract

Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau sejak tahun 1980-an hingga kini, menjadi salahsatu kota industri utama di Indonesia dan pusat perekonomian nasional. Pesatnya Pembangunan Batam berimbas buruk pada masyarakat adat yang ada di Batam, salahsatunya Orang Laut. Tulisan mengkaji Orang Laut tersisih dalam Pembangunan Kota Batam. Kajian menggunakan metode penelitian sejarah dan metode etnografi. Dari penelitian diketahui, Orang Laut di Kota Batam direlokasi atau ‘dirumahkan’ ke sejumlah pulau yang ada, seperti Pulau Bertam, Pulau Gara, Tanjung Undap dan lainnya. Kehidupan Orang Laut yang mayoritas bekerja sebagai nelayan semakin sulit karena wilayah pesisir Batam terus dikembangkan untuk pengembangan industri. Reklamasi kawasan pesisir mengakibatkan berimbas pada hasil tangkapan ikan. Kejadian memilukan terjadi pada Orang Laut Pulau Air Mas, Kelurahan Ngenang. Perempuan Orang Laut dari daerah mencari pekerjaan lain menjadi pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Telaga Punggur, Batam.

Published

2025-12-18
Total Views: 4 | Total Downloads: 2